Analisis SWOT dan Pengertiannya


NAMA        : KEVIN PRAMANA
KELAS       : 2 KA 29
NPM          : 13116867
DOSEN      : ARBI PRAMANA
MATKUL     : INOVASI SI & NEW TECHNOLOGY
 
 
Analisis SWOT dan Pengertian
 
    SWOT adalah singkatan dari Strength, Weakness, Opportunities, dan Threats. Seperti namanya, Analisis SWOT merupakan suatu teknik perencanaan strategi yang bermanfaat untuk mengevaluasi Kekuatan (Strength) dan Kelemahan (Weakness), Peluang (Opportunities)  dan Ancaman (Threats) dalam suatu proyek, baik proyek yang sedang berlangsung maupun dalam perencanann proyek baru. Analisis SWOT bukan hanya dapat digunakan dalam bisnis, tetapi juga dapat digunakan pada pribadi kita sendiri dalam pengembangan karir.
Analisis SWOT pertama kali diperkenalkan oleh Albert S Humphrey pada tahun 1960-an dalam memimpin proyek riset di Stanford Research Institute yang menggunakan data dari perusahaan-perusahaan Fortune 500.
 
   Analisis SWOT merupakan suatu bentuk analisis yang digunakan oleh manajemen perusahaan atau organisasi yang sistematis dan dapat membantu dalam usaha penyusunan suatu rencana yang matang untuk mencapai tujuan perusahaan atau organisasi tersebut. Baik tujuan tersebut untuk tujuan jangkan panjang maupun tujuan jangka pendek. Selain itu, analisis SWOT juga dapat diartikan sebagai sebuah bentuk analisa situasi dan kondisi yang bersifat deskriptif (memberi suatu gambaran) tentang sebuah perusahan atau oraganisasi. Analisa ini menempatkan situasi dan kondisi sebagai sebagai faktor yang di jadikan masukan. Dan  kemudian masukan tersebut dikelompokkan sesuai kontribusinya masing-masing.

     Satu hal yang perlu diperhatikan bagi pangguna analisa ini, bahwa analisa SWOT semata-mata hanya digunakan sebagai suatu analisa saja, yang ditujukan untuk menggambarkan situasi yang sedang dihadapi sebuah perusahaan atau oraganisasi. Analisis SWOT bukan sebuah alat yang mampu memberikan jalan keluar dari  permasalahan yang sedang dihadapi. 
 

4 Komponen Dasar Analisis SWOT

Analisis SWOT dibagi atas 4 komponen dasar :
  • Strength (Kekuatan) atau disingkat dengan “S”, yaitu karakteristik organisasi ataupun proyek yang memberikan kelebihan / keuntungan dibandingkan dengan yang lainnya.
  • Weakness (Kelemahan) atau disingkat dengan “W”, yaitu karakteristik yang berkaitan dengan kelemahan pada organisasi ataupun proyek dibandingkan dengan yang lainnya.
  • Opportunities (Peluang) atau disingkat dengan “O”, yaitu Peluang yang dapat dimanfaatkan bagi organisasi ataupun proyek untuk dapat berkembang di kemudian hari.
  • Threats (Ancaman) atau disingkat dengan “T”, yaitu Ancaman yang akan dihadapi oleh organisasi ataupun proyek yang dapat menghambat perkembangannya.

      Dari keempat komponen dasar tersebut, Strength (kekuatan) dan Weakness (Kelemahan) adalah faktor internal organisasi/proyek itu sendiri, sedangkan Oppoturnities (Peluang) dan Threats (Ancaman) merupakan faktor eksternal yang mempengaruhi perkembangan organisasi ataupun proyek. Oleh karena itu, Analisis SWOT juga sering disebut dengan Analisis Internal-Eksternal (Internal-External Analisis) dan Matriks SWOT juga sering dikenal dengan Matrix IE (IE Matrix).


Cara Menggunakan Analisis SWOT

Untuk melakukan Analisis SWOT, kita perlu membuat beberapa pertanyaan dan menjawabnya sendiri seperti contoh-contoh berikut ini :


Strength (Kekuatan)

  •     Kelebihan apa yang dimiliki oleh organsiasi ?
  •     Apa yang membuat organisasi lebih baik dari organisasi lainnya?
  •     Keunikan apa yang dimiliki oleh organisasi ?
  •     Apa yang menyebabkan kita mendapatkan penjualan ?
  •     Apa yang dilihat atau dirasakan oleh konsumen kita sebagai suatu kelebihan ?
Weakness (Kelemahan)
  •     Apa yang dapat ditingkatkan dalam organisasi ?
  •     Apa yang harus dihindari oleh organisasi ?
  •     Faktorapa yang menyebabkan kehilangan penjualan ?
  •     Apa yang dilihat atau dirasakan oleh konsumen kita sebagai suatu kelemahan organisasi kita
  •     Apa yang dilakukan oleh pesaing sehingga mereka dapat lebih baik dari organisasi kita ?
Opportunities (Peluang)
  •     Kesempatan apa yang dapat kita lihat ?
  •     Perkembangan tren apa yang sejalan dengan organisasi kita ?
Threats (Ancaman)
  •     Hambatan apa yang kita hadapi sekarang ?
  •     Apa yang dilakukan oleh pesaing organisasi ?
  •     Perkembangan Teknologiapa yang menyebabkan ancaman bagi organisasi ?
  •     Adakah perubahan peraturan pemerintah yang akan mengancam perkembangan organisasi ?

Faktor yang Mempengaruhi Analisis SWOT

Faktor-faktor yang mempengaruhi keempat komponen dasar Analisis SWOT diantaranya adalah :

Faktor Internal (Strength dan Weakness)

  •     Sumber daya yang dimiliki
  •     Keuangan atau Finansial
  •     Kelebihan atau kelemahan internal organisasi
  •     Pengalaman-pengalaman organisasi sebelumnya (baik yang berhasil maupun yang gagal)
Faktor Eksternal (Opportunities dan Threats)
  •     Tren
  •     Budaya, Sosial Politik, Ideologi, perekonomian
  •     Sumber-sumber permodalan
  •     Peraturan Pemerintah
  •     Perkembangan Teknologi
  •     Peristiwa-peristiwa yang terjadi
  •     Lingkungan 

Analisis SWOT Accurate V (5)

    Software Accurate adalah program akuntansi buatan putra-putri bangsa. Pengembangnya adalah CPSSoft (PT. Cipta Piranti Sejahtera) CPSSoft tidak melayani penjualan mereka fokus di pengembangan program dan administrasi. ACCURATE sudah melayani berbagai perusahaan hampir di seluruh indonesia dari tahun 1998 hingga sekarang. Karana produk lokal ACCCURATE sudah sesuai PSAK dan Perpajakan di Indonesia.
Siapapun Anda pasti bisa menggunakan ACCURATE walaupun anda tidak mengerti Akuntansi., Pemostingan, Penjurnalan, Penghitungan dan Laporan keuangan semuanya dilakukan oleh ACCURATE Accounting Software secara otomatis. Yang Anda lakukan cukup Input Transaksi sehari-hari di perusahaan, Maka secara otomatis  laporan keuangan sudah terupdate detik itu juga. 

Fitur – Fitur Accurate 
 
Fitur-Fitur ACCURATE ACCURATE Accounting Software Versi 5 dirancang dengan tampilan dan fitur baru yang lebih dinamis, lebih praktis, dan lebih interaktif dibandingkan fitur – fitur Accurate sebelumnya.

Dengan tetap mempertahankan sifat utama ACCURATE yaitu mudah digunakan (user friendly) dan tingkat keakurasian yang tinggi serta sudah terintegrasi antara modul satu dengan modul yang lainnya, ACCURATE Accounting Software 5 ( Accurate v ) memberikan lebih banyak lagi fitur dan keunggulan yang akan membantu Anda menjalankan usaha semakin lebih mudah dan menyenangkan. Modul tersebut dikemas dalam satu kesatuan.
 Kelebihan dari Software Accurate 
 1. Sesuai PSAK dan Perpajakan Indonesia
Pusing dengan peraturan pajak Indonesia yang selalu berubah-rubah? tenang, Software Accurate Accounting Adalah program akuntansi buatan putra-putri bangsa. Ya Accurate program akuntansi lokal, Indonesia. Accurate dapat membantu membuatkan laporan keuangan Anda dan juga tentunya pajak.

2. Sudah Teruji
ACCURATE sudah ada dari tahun 1998 hingga sekarang, sudah lebih dari 100.000 perusahaan yang menggunakan software akuntansi ACCURATE. Dari versi 1 hingga versi 5 dan akihir tahun 2016 kemarin, CPSsoft selaku pengembang ACCURATE mengeluarkan produk baru ACCURATE Online. Sudah sangat familiar di kalangan pebisnis dan akuntan, jika mendengar nama ACCURATE Accounting System.


3. User Friendly
Sebagus apapun sebuah software apabila usernya sendiri tidak dapat menggunakan, sama saja tidak berguna bukan?. ACCURATE sendiri mengadopsi sofware yang user friendly, sehingga user dengan yang bukan basic akuntan pun bisa menggunakan ACCURATE.


4. Tidak ada Biaya Maintenance Software
Pembayaran pembelian software Accurate 5 adalah one time payment didepan, lisence program berlaku seumur hidup begitu juga dengan after sales oleh divisi support via email support@cpssoft.com yang selalu siap melayani Anda dalam menggunakan program Accurate.


5. Database Bisa dibuat sebanyak apapun
Bagi Anda yang memiliki beberapa jenis usaha, Accurate dapat membuat laporan masing-masing usaha Anda. Satu lisence Accurate dapat mengakses dan membuat database sebanyak apapun.


Sumber / Referensi:
- Google Images ( Google )
- gelasdingin.blogspot.co.id 
- Wikipedia
- accuratecloud.id

Konsep Cloud Computing dan Contohnya




NAMA        : KEVIN PRAMANA
KELAS       : 2 KA 29
NPM          : 13116867
DOSEN      : ARBI PRAMANA
MATKUL     : INOVASI SI & NEW TECHNOLOGY


KONSEP CLOUD COMPUTING & CONTOHNYA

         Cloud computing adalah teknologi yang menggunakan internet dan server pusat yang jauh untuk menjaga/mengelola data dan aplikasi. Cloud computing membantu konsumen dan pebisnis untuk menggunakan aplikasi tanpa melakukan instalasi, mengakses file pribadi mereka di komputer manapun dengan akses internet. Teknologi ini memungkinkan efisiensi lebih dengan memusatkan penyimpanan, memory, pemrosesan, dan bandwith. 

       Secara umum, definisi cloud computing (komputasi awan) merupakan gabungan pemanfaatan teknologi komputer (komputasi) dalam suatu jaringan dengan pengembangan berbasis internet (awan) yang mempunyai fungsi untuk menjalankan program atau aplikasi melalui komputer – komputer yang terkoneksi pada waktu yang sama, tetapi tak semua yang terkonekasi melalui internet menggunakan cloud computing.

        Cloud computing dipecah ke dalam 3 segmen : aplikasi, platform, dan infrastruktur. Setiap segmen memberikan tujuan dan penawaran produk yang berbeda untuk pebisnis dan individual di seluruh dunia. Pada bulan Juni 2009, penelitian dilakukan oleh VersionOne yg menemukan bahwa 41% profesional senior di bidang IT tidak tahu apa itu cloud computing dan dua pertiga dari profesional keuangan bingung dengan konsep tersebut. Pada bulan September 2009, penelitian Aberdeen Group menemukan bahwa perusahaan yang disiplin mencapai rata-rata 18% pengurangan biaya IT mereka dari cloud computing dan 16% pengurangan dalam data center power costs.

Manfaat Cloud Computing pada Kehidupan Sehari-hari :
  • Semua Data yang Tersimpan di Server Secara Terpusat
  • Keamanan Data
  • Fleksibilitas dan Skalabilitas yang Tinggi
  • Investasi Jangka Panjang
Contoh Cloud Computing :
  • Google Drive
  • Windows Azure
  • Amazon Web Service
  • One Drive
  • Dropbox
  • GitHub
Jenis-Jenis Layanan Cloud Computing :

1. Infrastructure as a Service (IaaS)

Infrastructure as a Service adalah layanan komputasi awan yang menyediakan infrastruktur IT berupa CPU, RAM, storage, bandwith dan konfigurasi lain. Komponen-komponen tersebut digunakan untuk membangun komputer virtual. Komputer virtual dapat diinstal sistem operasi dan aplikasi sesuai kebutuhan.
Manfaat dari IaaS :
  • Tidak perlu berinvestasi di hardware anda sendiri.
  • Skala infrastruktur sesuai permintaan untuk mendukung beban kerja dinamis.
  • Layanan inovatif dan fleksibel tersedia sesuai permintaan
 Perusahaan yang menyediakan IaaS adalah Amazon EC2, TelkomCloud dan BizNetCloud.

2. Platform as a Service (PaaS)

Platform as a Service adalah layanan yang menyediakan computing platform. Biasanya sudah terdapat sistem operasi, database, web server dan framework aplikasi agar dapat menjalankan aplikasi yang telah dibuat. Perusahaan yang menyediakan layanan tersebutlah yang bertanggung jawab dalam pemeliharaan computing platform ini. Keuntungan layanan PaaS ini bagi pengembang adalah mereka bisa fokus pada aplikasi yang mereka buat tanpa memikirkan tentang pemeliharaan dari computing platform. Contoh penyedia layanan PaaS adalah Amazon Web Service dan Windows Azure.

3. Software as a Service (SaaS)

Software as a Service adalah layanan komputasi awan dimana kita bisa langsung menggunakan aplikasi yang telah disediakan. Penyedia layanan mengelola infrastruktur dan platform yang menjalankan aplikasi tersebut.
Manfaat dari SaaS
  • Anda bisa mendaftar dan dengan cepat mulai menggunakan aplikasi bisnis yang inovatif.
  • Aplikasi dan data dapat diakses dari komputer yang sudah terhubung ke cloud.
  • Tidak ada data yang hilang jika komputer Anda rusak, karena data ada di awan.
  • Layanan ini mampu secara dinamis menyesuaikan kebutuhan pemakaian
Contoh layanan aplikasi email yaitu gmail, yahoo dan outlook sedangkan contoh aplikasi media sosial adalah twitter, facebook dan google+. Ada juga aplikasi yang mengharuskan pengguna untuk berlangganan agar bisa mengakses aplikasi yaitu Office 365 dan Adobe Creative Cloud.


Source :
- Google Image (Google)
- bfl-definisi.blogspot.co.id
- warungkopi.okezone.com 
- efranciskos.wordpress.com 

Internet of Things - IoT


NAMA        : KEVIN PRAMANA
KELAS       : 2 KA 29
NPM          : 13116867
DOSEN      : ARBI PRAMANA
MATKUL     : INOVASI SI & NEW TECHNOLOGY



 INTERNET OF THINGS 


           Internet of Things, atau dikenal juga dengan singkatan IoT) merupakan sebuah konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat dari konektivitas internet yang tersambung secara terus-menerus. Adapun kemampuan seperti berbagi data, remote control, dan sebagainya, termasuk juga pada benda di dunia nyata. Contohnya bahan pangan, elektronik, koleksi, peralatan apa saja, termasuk benda hidup yang semuanya tersambung ke jaringan lokal dan global melalui sensor yang tertanam dan selalu aktif.

          Bicara mengenai Internet of Thing yang biasa disebut dengan IoT tidak ada habisnya karena Internet of Things tidak mempunyai definisi tetap selalu ada saja bahasan entah itu berasal dari suatu keseharian kita hingga benda-benda yang dapt dijadikan perangkat untuk mempermudah aktivitas kita. Namun kita dapat menentukan apakah suatu perangkat merupakan bagian dari IoT atau tidak dengan pertanyaan berikut ini: Apakah produk suatu vendor dapat bekerja dengan produk dari vendor yang lain? Dapatkah suatu kunci pintu dari vendor A berkomunikasi dengan saklar lampu dari vendor B, dan bagaimana jika seorang pengguna ingin memasukkan termostatnya menjadi bagian dari komunikasi tersebut. 

A Things” pada Internet of Things dapat didefinisikan sebagai subjek misalkan orang dengan monitor implant jantung, hewan peternakan dengan transponder biochip, sebuah mobil yang telah dilengkapi built-in sensor untuk memperingatkan pengemudi ketika tekanan ban rendah. Sejauh ini, IoT paling erat hubungannya dengan komunikasi machine-to-machine (M2M) di bidang manufaktur dan listrik, perminyakkan, dan gas. Produk dibangun dengan kemampuan komunikasi M2M yang sering disebut dengan sistem cerdas atau “smart”. Sebagai contoh yaitu smart kabel, smart meter, smart grid sensor.

Penelitian pada IoT masih dalam tahap perkembangan. Oleh karena itu, tidak ada definisi dari Internet of Things. Berikut adalah beberapa definisi alternatif dikemukakan untuk memahami Internet of Things (IoT), antara lain (id.wikipedia.org):

Menurut Ashton pada tahun 2009 definisi awal IoT adalah Internet of Things memiliki potensi untuk mengubah dunia seperti pernah dilakukan oleh Internet, bahkan mungkin lebih baik. Pernyataan tersebut diambil dari artikel sebagai berikut:



“Hari ini komputer dan manusia, hampir sepenuhnya tergantung pada Internet untuk segala informasi yang semua terdiri dari sekitar 50 petabyte (satu petabyte adalah 1.024 terabyte) data yang tersedia pada Internet dan pertama kali digagas dan diciptakan oleh manusia. Dari mulai magnetik, menakan tombol rekam, mengambil gambar digital atau memadai kode bar.

Diagram konvensional dari Internet meninggalkan router menjadi bagian terpenting dari semuanya. Masalahanya adalah orang memiliki waktu, perhatian dan akurasi terbatas. Mereka semua berarti tidak sangat baik dalam menangkap berbagai data tentang hal di dunia nyata.

Dari segi fisik dan begitu juga lingkungan kita. Gagasan dan informai begitu penting, tetapi banyak lagi hal yang pernting. Namun teknologi informasi saat ini sangat tergantung pada data yang berasal dari orang-orang sehingga komputer kita tahu lebih banyak tentang semua ide dari hal-hal tersebut”

Menurut Casagras (Coordinator and support action for global RFID-related activities and standadisation) mendefinisikan IoT sebagai sebuah infrastruktur jaringan global, yang menghubungkan benda-benda fisik dan virtual melalui eksploitasi data capture dan kemampuan komunikasi. Infrastruktur terdiri dari jaringan yang telah ada dan internet berikut pengembangan jaringannya. Semua ini akan menawarkan identifikasi obyek, sensor dan kemampuan koneksi sebagai dasar untuk pengembangan layanan dan aplikasi ko-operatif yang independen. Ia juga ditandai dengan tingkat otonom data capture yang tinggi, event transfer, konektivitas jaringan dan interoperabilitas.


Source :
- Google Images (Keyword IOT)
- Wikipedia
- Idcloudhost.com 
 

System Development Life Cycle

SYSTEM DEVELOPMENT LIFE CYCLE


NAMA       : KEVIN PRAMANA
KELAS       : 2 KA 29
NPM          : 13116867
DOSEN      : ARBI PRAMANA
MATKUL     : INOVASI SI & NEW TECHNOLOGY

   SDLC adalah tahapan-tahapan pekerjaan yang dilakukan oleh analis sistem dan programmer dalam membangun sistem informasi. Langkah yang digunakan meliputi :

1. Melakukan survei dan menilai kelayakan proyek pengembangan sistem informasi
2. Mempelajari dan menganalisis sistem informasi yang sedang berjalan
3. Menentukan permintaan pemakai sistem informasi
4. Memilih solusi atau pemecahan masalah yang paling baik
5. Menentukan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software)
6. Merancang sistem informasi baru
7. Membangun sistem informasi baru
8. Mengkomunikasikan dan mengimplementasikan sistem informasi baru
9. Memelihara dan melakukan perbaikan/peningkatan sistem informasi baru bila diperlukan


   System Development Lyfe Cycle (SDLC) adalah keseluruhan proses dalam membangun sistem melalui beberapa langkah. Ada beberapa model SDLC. Model yang cukup populer dan banyak digunakan adalah waterfall. Beberapa model lain SDLC misalnya fountain, spiral, rapid, prototyping, incremental, build & fix, dan synchronize & stabilize.
Dengan siklus SDLC, proses membangun sistem dibagi menjadi beberapa langkah dan pada sistem yang besar, masing-masing langkah dikerjakan oleh tim yang berbeda.
Dalam sebuah siklus SDLC, terdapat enam langkah. Jumlah langkah SDLC pada referensi lain mungkin berbeda, namun secara umum adalah sama. Langkah tersebut adalah

1. Analisis sistem, yaitu membuat analisis aliran kerja manajemen yang sedang berjalan
2. Spesifikasi kebutuhan sistem, yaitu melakukan perincian mengenai apa saja yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem dan membuat perencanaan yang berkaitan dengan proyek sistem
3. Perancangan sistem, yaitu membuat desain aliran kerja manajemen dan desain pemrograman yang diperlukan untuk pengembangan sistem informasi
4. Pengembangan sistem, yaitu tahap pengembangan sistem informasi dengan menulis program yang diperlukan
5. Pengujian sistem, yaitu melakukan pengujian terhadap sistem yang telah dibuat
6. Implementasi dan pemeliharaan sistem, yaitu menerapkan dan memelihara sistem yang telah dibuat

Siklus SDLC dijalankan secara berurutan, mulai dari langkah pertama hingga langkah keenam. Setiap langkah yang telah selesai harus dikaji ulang, kadang-kadang bersama expert user, terutama dalam langkah spesifikasi kebutuhan dan perancangan sistem untuk memastikan bahwa langkah telah dikerjakan dengan benar dan sesuai harapan. Jika tidak maka langkah tersebut perlu diulangi lagi atau kembali ke langkah sebelumnya.
Kaji ulang yang dimaksud adalah pengujian yang sifatnya quality control, sedangkan pengujian di langkah kelima bersifat quality assurance. Quality control dilakukan oleh personal internal tim untuk membangun kualitas, sedangkan quality assurance dilakukan oleh orang di luar tim untuk menguji kualitas sistem. Semua langkah dalam siklus harus terdokumentasi. Dokumentasi yang baik akan mempermudah pemeliharaan dan peningkatan fungsi sistem

sumber:

https://yuliagroups.wordpress.com/system-development-life-cycle-sdlc/